Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum menetapkan susunan Peradilan Umum terdiri atas Pengadilan Negeri (tingkat pertama) dan Pengadilan Tinggi (tingkat banding), berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai lembaga tertinggi. Hakim diangkat Presiden atas usul Menteri Kehakiman dan persetujuan Ketua Mahkamah Agung, dengan syarat kualifikasi hukum, kepatuhan Pancasila, dan usia tertentu. Dilarang merangkap jabatan sebagai penasehat hukum, pengusaha, atau pejabat terkait perkara. Pengadilan Negeri menangani perkara pidana dan perdata tingkat pertama; Pengadilan Tinggi mengadili banding dan sengketa kewenangan antar-Pengadilan. Pembinaan teknis dilakukan Mahkamah Agung, sedangkan administrasi dan organisasi oleh Menteri Kehakiman.
Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum
Status: Berlaku
Ringkasan Peraturan
Generated by Meridian AI
Konteks dari Meridian
Generated by Meridian AI
Analisis Hukum: UU No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum
Sebagai ahli hukum di Jakarta, berikut konteks historis dan informasi tambahan yang perlu diketahui tentang UU ini:
Latar Belakang Historis
- Era Orde Baru: UU ini lahir pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (1986), di mana sistem peradilan masih terpusat dan belum sepenuhnya independen dari intervensi eksekutif.
- Reformasi Struktural: UU No. 2/1986 menggantikan UU No. 13/1965 untuk menghapus dualisme peradilan sipil (peradilan umum vs. peradilan tata usaha negara) dan mengurangi dominasi militer dalam peradilan sipil.
- Integrasi ke Mahkamah Agung (MA): UU ini mengonsolidasikan kewenangan peradilan umum di bawah MA, sebagai upaya memperkuat hierarki peradilan dan mengurangi fragmentasi.
Tujuan Utama
- Penyeragaman Sistem: Menyatukan pengadilan umum (Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi) dalam satu atap untuk memastikan konsistensi putusan.
- Pemisahan Kewenangan: Memindahkan kewenangan mengadili perkara pidana/persenil sipil dari pengadilan militer ke pengadilan umum, kecuali untuk pelanggaran khusus militer.
- Dasar Hukum Modern: Menjadi fondasi reformasi peradilan Indonesia, yang keluar bersamaan dengan UU Peradilan Tata Usaha Negara (UU No. 5/1986) dan UU Peradilan Agama (UU No. 7/1989).
Keterbatasan dalam Konteks Politik Orde Baru
- Independensi Terbatas: Meski UU ini menegaskan prinsip independensi hakim, praktiknya masih dipengaruhi oleh intervensi politik melalui mekanisme pengangkatan hakim oleh eksekutif.
- Tidak Mengatur Komisi Yudisial: Pengawasan etik hakim belum diatur secara mandiri—hal ini baru diadopsi pasca-Reformasi 1998 melalui perubahan UUD 1945.
Perkembangan Pasca-1998
UU No. 2/1986 menjadi dasar bagi:
- UU No. 4/2004 tentang Kekuasaan Kehakiman: Memisahkan peradilan dari eksekutif sepenuhnya dan menguatkan independensi hakim.
- UU No. 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman: Merevisi UU No. 4/2004 dengan mempertegas prinsip due process of law dan transparansi.
- Pembentukan Mahkamah Konstitusi (2003): Memisahkan kewenangan pengujian undang-undang dari MA.
Signifikansi dalam Sejarah Hukum Indonesia
UU No. 2/1986 adalah langkah awal modernisasi peradilan, meski belum ideal akibat tekanan politik Orde Baru. Keberadaannya menjadi benchmark reformasi sistem peradilan yang lebih independen pasca-Reformasi.
Catatan Penting: UU ini telah dicabut dan digantikan oleh UU No. 48/2009, tetapi kontribusinya dalam membangun fondasi peradilan modern tetap diakui dalam literatur hukum Indonesia.
Semoga analisis ini memberikan perspektif komprehensif untuk kebutuhan hukum Anda.
Metadata
TentangPeradilan Umum
Tipe DokumenPeraturan Perundang-undangan
Nomor2
BentukUndang-undang (UU)
Bentuk SingkatUU
Tahun1986
Tempat PenetapanJakarta
Tanggal Penetapan8 Maret 1986
Tanggal Pengundangan8 Maret 1986
Tanggal Berlaku8 Maret 1986
SumberLN. 1986/ No. 20, TLN. NO. 3327, website dpr.go.id : 17 HLM
SubjekHUKUM ACARA DAN PERADILAN
BahasaBahasa Indonesia
LokasiPemerintah Pusat
Status Peraturan
Diubah Dengan
- UU No. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986
- UU No. 8 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986
Mencabut
- UU No. 13 Tahun 1965 tentang Pengadilan Dalam Lingkungan Peradilan Umum dan Mahkamah Agung
Dokumen
AI Khusus Hukum.
Akurat, Mendetil, dan Gratis!
Akurat, Mendetil, dan Gratis!
Lebih akurat dari ChatGPT.
Tidak terdeteksi AI detector
seperti ChatGPT.
Tidak terdeteksi AI detector
seperti ChatGPT.
MERIDIAN AI
Coba Sekarang